You are here
Visiting Professor dari Malaysia Hadirkan Perspektif Internasional dalam Pembelajaran DKV di UNY

Yogyakarta — Program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan perspektif internasional melalui kegiatan visiting professor bertema “The Language of Visual Communication Design”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhamad Hafiz Bin Hassan seorang akademisi dan praktisi di bidang Visual Communication dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa DKV UNY.Selama program berlangsung, visiting professor memberikan pembelajaran pada sejumlah mata kuliah, antara lain Identitas Visual, Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual, Sinematografi, serta Pengantar Broadcasting. Kehadiran akademisi dari UiTM tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai praktik dan pemikiran desain komunikasi visual dalam perspektif yang lebih luas, sekaligus mempertemukan konteks pembelajaran DKV di Indonesia dengan perkembangan industri global.
Salah satu gagasan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah bahwa desain komunikasi visual tidak semata-mata berkaitan dengan menghasilkan bentuk visual yang menarik secara estetis. Visual merupakan sebuah bahasa yang memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan, membangun makna, membentuk persepsi, serta menghubungkan sebuah gagasan dengan audiens. Perspektif tersebut diterapkan dalam berbagai bidang yang menjadi bagian dari pembelajaran, mulai dari perancangan logo dan identitas visual, pengembangan brand, hingga produksi karya audio visual. Dalam pembelajaran Identitas Visual, misalnya, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa sebuah logo bukan sekadar simbol atau gambar yang memiliki tampilan menarik. Logo merupakan DNA dari sistem komunikasi sebuah identitas yang perlu memiliki hubungan dengan karakter, nilai, serta pesan yang ingin dibangun oleh suatu merek atau organisasi. Oleh karena itu, proses perancangan perlu diawali dengan pemahaman terhadap konteks dan permasalahan komunikasi sebelum masuk pada tahap eksplorasi bentuk visual.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam pembelajaran sinematografi dan broadcasting. Mahasiswa diarahkan untuk melihat moving picture bukan hanya sebagai rangkaian gambar yang memiliki kualitas teknis, tetapi sebagai medium komunikasi yang memiliki bahasa visualnya sendiri. Pemilihan komposisi, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, warna, pergerakan kamera, hingga penyusunan adegan memiliki fungsi dalam membangun pesan dan pengalaman audiens. Dengan demikian, keputusan visual dalam produksi audiovisual perlu didasarkan pada gagasan dan tujuan komunikasi yang jelas. Hal lain yang menjadi perhatian selama kegiatan visiting professor adalah pentingnya proses riset dalam perancangan komunikasi visual. Mahasiswa didorong untuk tidak terburu-buru menghasilkan bentuk visual sebelum memahami permasalahan yang hendak diselesaikan. Riset menjadi tahap penting untuk menggali informasi mengenai konteks, audiens, karakter, referensi, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi keputusan desain.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman bahwa proses desain merupakan rangkaian pengambilan keputusan yang berangkat dari pemahaman terhadap masalah komunikasi. Visualisasi menjadi bagian dari proses tersebut, bukan sekadar tahap akhir untuk memperindah sebuah gagasan. Cara pandang ini menjadi penting bagi mahasiswa DKV agar mampu mempertanggungjawabkan setiap keputusan visual berdasarkan tujuan komunikasi dan kebutuhan audiens. Kegiatan visiting professor bertema “The Language of Visual Communication Design” sekaligus memperkuat pengalaman pembelajaran internasional di lingkungan DKV UNY. Interaksi langsung dengan akademisi dari UiTM Malaysia memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat perkembangan praktik dan pendidikan desain komunikasi visual dari perspektif lintas negara. Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan tersebut juga membuka ruang dialog mengenai bagaimana desain dapat berfungsi sebagai bahasa visual yang menghubungkan gagasan, pesan, identitas, dan audiens dalam berbagai media.
Melalui program ini, pembelajaran DKV diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis menghasilkan karya visual, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, melakukan riset, mengembangkan konsep, serta memahami bagaimana setiap keputusan visual berperan dalam membangun komunikasi. Dengan demikian, tema “The Language of Visual Communication Design” menjadi relevan untuk menempatkan desain komunikasi visual sebagai praktik komunikasi yang membutuhkan proses berpikir, riset, eksplorasi, dan pemahaman terhadap manusia sebagai audiens.(Robby)
Sistem Informasi
Kontak Kami
Desain Komunikasi Visual
Gedung Kuliah I (GK I) FBS UNY
Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Copyright © 2026,