Workshop Wayang Borobudur Dorong Pengembangan Wisata Edukatif Berbasis Budaya

Keterangan Foto: 
Peserta pelatihan dan hasil karyanya

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan pelatihan dan workshop pengembangan Wayang Borobudur sebagai bagian dari upaya penguatan wisata edukatif berbasis budaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengembangkan produk wisata kreatif yang mengintegrasikan nilai-nilai filosofi Candi Borobudur dengan seni wayang sebagai media edukasi yang menarik bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, tim pelaksana yang merupakan dosen Prodi DKV FBSB UNY yaitu Dr. Dwi Retno Sri Ambarwati, S.Sn., M.Sn., Novida Nur Miftakhul Arif, S.Pd., M.Sn., dan Robby Firmansyah, S.Sn., M.Ds.menyampaikan materi mengenai filosofi Borobudur yang terdiri atas tiga tingkatan utama, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. Ketiga konsep tersebut diperkenalkan sebagai landasan dalam merancang karakter Wayang Borobudur yang tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga mengandung pesan moral dan pendidikan karakter.

Selain memperoleh pemahaman konseptual, peserta juga mengikuti pelatihan praktik pembuatan wayang berbahan karton dan kertas. Pelatihan mencakup proses perancangan karakter, pemotongan pola, perakitan, hingga tahap penyelesaian karya. Melalui kegiatan ini, peserta berhasil menghasilkan berbagai karya Wayang Borobudur yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran maupun atraksi wisata edukatif.

Ketua tim PkM Dwi Retno Sri Ambarwati menjelaskan bahwa pengembangan Wayang Borobudur merupakan inovasi yang menghubungkan warisan budaya dunia dengan pendekatan kreatif yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Melalui media wayang, nilai-nilai yang terkandung dalam relief dan filosofi Borobudur dapat disampaikan secara lebih komunikatif, interaktif, dan menyenangkan.

Sebagai bagian dari program, tim juga mengembangkan konsep “Wayang Healing: Borobudur Saga”, yaitu paket wisata edukatif yang memadukan aktivitas kreatif membuat wayang, storytelling budaya, dan refleksi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam filosofi Borobudur. Konsep ini diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna.

Kegiatan pelatihan turut dilengkapi dengan simulasi workshop dan pendampingan fasilitator. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara menyampaikan materi, mendampingi proses pembuatan wayang, serta mengelola alur kegiatan workshop. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan mitra agar mampu menyelenggarakan kegiatan secara mandiri pada masa mendatang.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar target kegiatan telah tercapai. Peserta mampu memahami filosofi Borobudur, menguasai teknik dasar pembuatan wayang, serta menghasilkan desain karakter yang siap digunakan dalam kegiatan edukasi. Di sisi lain, penyempurnaan SOP workshop, pengembangan materi promosi digital, dan penguatan kapasitas fasilitator masih akan menjadi fokus pada tahap berikutnya.

Melalui program ini, UNY berkomitmen mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Diharapkan Wayang Borobudur dapat menjadi media edukasi budaya yang inovatif dan berkelanjutan, serta memperkuat daya tarik wisata edukatif di kawasan Borobudur dan sekitarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Internal Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2026 yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pendidikan, seni, dan budaya.

Label Berita: